
Sebagai tanaman hias,
puring mempunyai daun yang beraneka macam warnanya. Sebagai tanaman
obat, akar dan daunnya bisa dipakai sebagai jamu perut mulas.
Tanaman ini berasal dari Maluku berbentuk perdu. Bentuk dan warna daunnya sangat bervariasi hingga nama marganya Codiaeum diberi embel-embel nama variegatum.
Akar dan forma (anak varietas) yang berdaun merah dipakai sebagai jamu sakit perut yang melilit. Itu dikarenakan mengandung tannin yang bersifat astringen (mengempiskan) sel-sel kulit dinding usus, seperti tannin-nya daun jambu biji. Yang diredakan bukan semua sakit perut, tapi hanya nyeri melilit-melilit yang disebabkan oleh reaksi badan (usus itu) mempertahankan diri terhadap perubahan suhu dan terhadap sesuatu dari luar yang bersifat racun saja.
Untuk itu, Akar puring berukuran 1 jari
kira-kira 6 cm. Diperas air saringnya lalu diminumkan pada penderita,
harapmaklum karena akan menyebabkan mencret atau diare setelah meminum
ramuan ini, namun bersamaan dengan mencretnya, perut yang terasa melilit
juga akan mereda. daun puring yang berwarna kuning zaman dulu sering
dipakai untuk mengobati anak yang terkena sakit perut. Pencampuran daun
susuru itu perlu. Kalau tidak tannin dalam akar puring yang begitu menimbulkan rasa terbakar dalam mulut dan tenggorokan.
Daun puring lebih rendah kadar tanninnya dibanding dengan akar, sehingga dulu banyak dipakai sebagai jamu atau obat tradisional untuk sakit perut untuk anak-anak terutama forma puring yang berdaun kuning.
Segenggam (kira-kira berisi 3 helai)
daun yang masih muda dan segar digerus halus, tanpa campuran apa-apa
kecuali sepercik air bersih, untuk menyerap sari daun. Hasil gerusan
berupa bubur daun itu kemudian ditempelkan sebagai tapal pada perut anak
kecil yang sedang sakit itu. Tannin dari daun muda itu setelah meresap
menembus kulit badan dan dinding usus duabelajas jari, bertindak astringen pula
seperti gerusan akar yang dipakai untuk pengobatan orang dewasa. Bagi
orang dewasa, daun puring yang berwarna kuning kurang mujarab, tetapi
rasanya justru enak, sampai banyak yang menggunakannya untuk lalab
setelah dikukus.

0 komentar:
Posting Komentar